Tanggamus

Sosialisasi Stunting dan Pelatihan Pembuatan Puding Daun Kelor Oleh Mahasiswa KKN ITERA 2025 Desa Gedung Jambu, Kecamatan Kota Agung Barat, Tanggamus

Tanggamus,Mediaberitalampung.co.id-Stunting merupakan permasalahan utama di Desa Gedung Jambu Tanggamus, stunting yaitu kondisi kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Stunting memiliki dampak seperti gangguan pertumbuhan fisik, dan perkembangan kognitif yang terhambat serta anak memiliki daya pikir maupun belajar yang lebih rendah.

Oleh karena itu, kelompok KKN 45 tahun 2025 dengan anggota Silva Oktaria Putri, RA Adila Fatma K, Verani Jesika, Muhammad Argya, Quinna Zati, Febri Maharani, dan Pasu Pradasari Purba memiliki solusi yang dapat membuka wawasan masyarakat Desa Gedung Jambu dengan cara Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Cemilan Sehat yaitu Puding Daun Kelor. Sosialisasi dan Pelatihan dihadiri oleh ibu-ibu serta anak-anak kecil di Desa Gedung Jambu,Sabtu 11/1/2025.

Sosialisasi membahas mengenai apa itu stunting, dampak, dan cara pencegahannya. Kemudian dilanjutkan pelatihan pembuatan puding daun kelor yang dapat di konsumsi oleh warga Desa Gedung Jambu terkhusus ibu-ibu hamil dan anak-anak kecil. “Kelompok KKN 45 memanfaatkan daun kelor yang ada di Desa Gedung Jambu, karena tidak sedikit warga Desa Gedung Jambu yang mengetahui manfaat dari Daun Kelor untuk mencegah stunting” ujar RA Adila Fatma K selaku anggota kelompok KKN 45 Sa’at dikonfirmasi Melalui Pesan Singkat WhatsApp pribadinya.

Pelatihan pembuatan puding daun kelor dipandu oleh RA Adila Fatma K yaitu anggota kelompok dari KKN 45. Masyarakat desa sangat antusias mememperhatikan langkah pembuatan dari puding daun kelor setelah itu warga ikut mencoba puding daun kelor. Warga desa menyatakan pendapatnya masing-masing soal rasa dan tekstur dari puding daun kelor. Puding daun kelor yang dihasilkan memiliki rasa yang manis dan tekstur yang lembut. “Ternyata rasanya enak seperti puding vanila, kemudian teksturnya juga lembut. Saya senang program ini membantu kami para ibu-ibu untuk memanfaatkan daun kelor supaya disukai oleh anak-anak” ujar ibu Ida salah satu Ibu-ibu warga Desa Gedung Jambu Tanggamus.

“Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan warga mengenai Stunting dan juga Pemanfaatan Daun Kelor, tetapi juga memberdayakan mereka dalam mencari solusi berbasis bahan alam untuk menghadapi tantangan kesehatan secara mandiri”ungkapnya RA Adila Fatma K.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button