
Tulang Bawang , MBL-Wali murid SMAN 1 gedung aji kabupaten tulang bawang provinsi lampung, Keluhkan penarikan biaya uang SPP yang telah di lakukan oleh sekolah setempat, Sabtu (27/01/2024).
Salah satu Wali murid mengatakan, Bahwa Anaknya telah dimintai pembayaran SPP Sebesar Rp 2.500.000, (Dua juta lima ratus ribu rupiah), Pembayaran SPP kelas 1 tersebut bayarnya kepada ibu endang dan ibu muslihat.
” Untuk pembayaran SPP tersebut kami lakukan penyicilan, Awalnya 1500.000 (Satu juta lima ratus ribu rupiah) dan beberapa bulan kemudian telah kami lunasi, Itu kami bayar karena sudah ada surat perjanjian pada saat itu, Mau memasuki ujian kalau tidak buat surat perjanjian mungkin anak saya enggak bisa ikut ujian, untuk kelas 1 SPP nya dalam satu tahun 2500.000
Ungkap Wali murid,” Jelasnya wali murid.
Ditempat terpisah wali murid lainnya juga mengatakan, Bahwa anaknya juga dimintai pembayaran SPP sebesar 2900.000 (Dua juta sembilan ratus ribu rupiah) setiap tahunnya untuk anaknya dikelas 2 SMKN 1 gedung aji, pembayaran SPP tersebut secara dicicil melalui ibu endang dan sama ibu citra,” Terangnya wali murid lainnya.
Terkait pungutan itu wali murid merasa keberatan dan kegunaan nya pun tidak jelas, Padahal SMKN 1 Gedung Aji sudah berstatus negeri, Pungutan itu sangat memberatkan wali murid yang menengah kebawah,” Tutupnya wali murid.
Dengan adanya keluhan wali murid tersebut, namun sayangnya kepala sekolah blm bisa dimintai keterangan.
“kepala sekolah tidak masuk dan sudah saya whatsapp dia mengatakan tidak ada yang perlu dikonfirmasi karena di sekolah tidak terjadi sesuatu apapun, ” Ucap Waka Humas SMKN 1 Gedung Aji di pagar sekolah .
Jika terbukti benar adanya dugaan pungli Di SMKN 1 Gedung Aji yang berkedok pembayaran SPP, diharapkan kepada aparat penegak hukum (APH) untuk melakukan tindakan sesuai dengan Hukum yang berlaku, agar menjadi contoh untuk oknum yang lainnya agar tidak terjadi pungli disekolah lainnya .
Sesuai aturan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan biaya di instansi pendidikan diduga telah di kangkangi oleh oknum kepala sekolah SMKN 1 Gedung Aji. (Aprina)



